Teori Atribusi Menurut Tokoh Psikologi Sosial

Pendahuluan

Teori atribusi adalah salah satu teori penting dalam psikologi sosial yang membahas tentang cara manusia memberikan penjelasan atas perilaku orang lain. Teori ini ditemukan oleh dua tokoh psikologi sosial, yaitu Fritz Heider dan Harold Kelley. Dalam artikel ini, kita akan membahas teori atribusi dari perspektif kedua tokoh tersebut.

Fritz Heider dan Teori Atribusi

Fritz Heider adalah seorang psikolog sosial Austria yang lahir pada tahun 1896. Ia menjadi salah satu tokoh penting dalam pengembangan teori atribusi. Menurut Heider, manusia cenderung mencari penyebab dari suatu peristiwa atau perilaku, hal ini dilakukan untuk mencari makna dari kejadian tersebut. Heider membuat sebuah teori yang disebut dengan “Teori Atribusi Naif”.Menurut teori ini, manusia cenderung melakukan atribusi terhadap perilaku orang lain secara naif. Dalam arti kata lain, ketika manusia memberikan penjelasan atas perilaku orang lain, maka mereka cenderung tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku tersebut. Contohnya, ketika seseorang bertemu dengan seseorang yang pendiam, maka orang tersebut akan langsung menganggap bahwa orang tersebut memang pendiam, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti lingkungan, situasi, atau keadaan emosional orang tersebut.

Harold Kelley dan Teori Atribusi

Harold Kelley adalah seorang psikolog sosial Amerika yang lahir pada tahun 1921. Ia juga merupakan tokoh penting dalam pengembangan teori atribusi. Menurut Kelley, atribusi yang dilakukan manusia terhadap perilaku orang lain ada dua jenis, yaitu atribusi internal dan eksternal.Atribusi internal adalah penjelasan yang diberikan manusia atas perilaku orang lain berdasarkan karakter dan kepribadian orang tersebut. Sedangkan atribusi eksternal adalah penjelasan yang diberikan manusia atas perilaku orang lain berdasarkan faktor-faktor di luar diri orang tersebut, seperti situasi atau lingkungan.Kelley juga mengembangkan sebuah model yang disebut “Model Kausalitas Kovariasi”. Model ini menjelaskan bahwa manusia cenderung melakukan atribusi terhadap perilaku orang lain berdasarkan pola-pola kovariasi, yaitu pola hubungan antara suatu peristiwa dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Contohnya, ketika seseorang berhasil dalam suatu tugas, maka manusia cenderung mengatribusikan kesuksesan tersebut pada kemampuan dan usaha orang tersebut.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa teori atribusi sangat penting dalam psikologi sosial. Fritz Heider dan Harold Kelley merupakan dua tokoh penting dalam pengembangan teori ini. Meskipun keduanya memiliki perspektif yang berbeda-beda, namun konsep dasar teori atribusi adalah bahwa manusia cenderung mencari penyebab dari suatu peristiwa atau perilaku. Teori atribusi juga membantu kita untuk memahami perilaku orang lain secara lebih baik, sehingga kita dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

FAQ

Q: Apa itu teori atribusi?
A: Teori atribusi adalah salah satu teori penting dalam psikologi sosial yang membahas tentang cara manusia memberikan penjelasan atas perilaku orang lain.Q: Siapa tokoh penting dalam pengembangan teori atribusi?
A: Tokoh penting dalam pengembangan teori atribusi adalah Fritz Heider dan Harold Kelley.Q: Apa yang dimaksud dengan atribusi internal dan eksternal?
A: Atribusi internal adalah penjelasan yang diberikan manusia atas perilaku orang lain berdasarkan karakter dan kepribadian orang tersebut. Sedangkan atribusi eksternal adalah penjelasan yang diberikan manusia atas perilaku orang lain berdasarkan faktor-faktor di luar diri orang tersebut, seperti situasi atau lingkungan.Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan baca artikel lainnya di website kami.