Teori Agresivitas Menurut Para Ahli Psikologi

Pendahuluan

Agresivitas merupakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk menyakiti atau merusak orang lain. Hal ini tentu sangat berbahaya dan perlu mendapat perhatian khusus dari para ahli psikologi. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang teori agresivitas menurut para ahli psikologi.

1. Teori Insting Agresi

Menurut Sigmund Freud, agresivitas merupakan bagian dari insting manusia yang berasal dari ego dan id. Sifat agresif ini berguna untuk melindungi diri sendiri dan mempertahankan kelangsungan hidup. Freud mengatakan bahwa agresivitas muncul ketika insting pemenuhan kebutuhan dan insting pemenuhan keinginan bertentangan satu sama lain.

2. Teori Pelampiasan Emosi

Teori yang dikemukakan oleh John Dollard dan Neal Miller ini mengatakan bahwa agresivitas muncul ketika seseorang tidak mampu mengendalikan emosi negatifnya. Ketika emosi tersebut tidak dapat ditahan, maka agresivitas menjadi pelampiasannya.

3. Teori Pembelajaran Sosial

Teori ini mengatakan bahwa agresivitas dipelajari dari lingkungan sekitar. Jika seseorang sering melihat perilaku agresif, maka ia juga cenderung untuk menirunya. Teori ini dikemukakan oleh Albert Bandura.

4. Teori Frustrasi-Agresi

Menurut teori ini, agresivitas muncul ketika seseorang merasa frustasi atau tidak puas dengan keadaan yang sedang dihadapinya. Frustrasi tersebut membuat seseorang merasa marah dan kemudian mengekspresikannya dalam bentuk agresivitas.

5. Teori Kognitif

Teori ini mengatakan bahwa agresivitas muncul karena adanya persepsi yang salah terhadap suatu keadaan. Ketika seseorang merasa bahwa ada orang atau situasi yang mengancam secara psikologis, maka ia cenderung untuk menunjukkan perilaku agresif.

6. Teori Biologis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa agresivitas dipengaruhi oleh faktor biologis seperti hormon testosteron dan neurotransmitter serotonin. Ketidakseimbangan hormon ini dapat mempengaruhi emosi dan perilaku seseorang.

7. Teori Kepribadian

Teori ini mengatakan bahwa agresivitas dipengaruhi oleh faktor kepribadian seseorang. Orang yang memiliki kepribadian yang cenderung agresif, maka ia lebih rentan untuk menunjukkan perilaku agresif.

8. Teori Lingkungan

Lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi tingkat agresivitas seseorang. Jika lingkungan sekitar cenderung keras dan agresif, maka orang tersebut juga cenderung menunjukkan perilaku yang sama.

9. Teori Emosi

Emosi juga dapat mempengaruhi tingkat agresivitas seseorang. Ketika seseorang sedang merasa frustrasi atau marah, maka ia cenderung lebih rentan untuk menunjukkan perilaku agresif.

10. Teori Agresi Pasif

Teori ini mengatakan bahwa agresivitas tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan fisik atau verbal. Ada juga bentuk agresi pasif yang muncul dalam bentuk keengganan untuk bekerja sama atau menunjukkan ketidaksetujuan secara tidak langsung.

FAQ

1. Apa yang menyebabkan seseorang menjadi agresif?

Agresivitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan sekitar, faktor biologis, kepribadian, emosi, dan lain sebagainya.

2. Bagaimana cara mengatasi agresivitas?

Cara mengatasi agresivitas dapat dilakukan dengan cara mengendalikan emosi, mencari cara untuk mengatasi frustrasi, meningkatkan kemampuan kepribadian, dan mencari dukungan dari lingkungan sekitar.

3. Apa saja bentuk agresi pasif?

Bentuk agresi pasif dapat muncul dalam bentuk keengganan untuk bekerja sama atau menunjukkan ketidaksetujuan secara tidak langsung.

Kesimpulan

Agresivitas merupakan perilaku yang berbahaya dan perlu mendapat perhatian khusus dari para ahli psikologi. Ada berbagai teori yang menjelaskan tentang agresivitas seperti teori insting agresi, teori pelampiasan emosi, teori pembelajaran sosial, teori frustrasi-agresi, teori kognitif, teori biologis, teori kepribadian, teori lingkungan, dan teori emosi. Ketika seseorang merasa agresif, maka ia perlu mencari cara untuk mengendalikan emosi dan mencari dukungan dari lingkungan sekitar. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.