Teknik Pencatatan Dalam Observasi Psikologi Menurut Sattler

Pendahuluan

Observasi adalah salah satu metode penelitian yang digunakan dalam ilmu psikologi. Dalam observasi, peneliti mengamati dan mencatat perilaku individu atau kelompok untuk memahami bagaimana mereka bertindak, berinteraksi, dan bereaksi terhadap situasi tertentu. Salah satu ahli yang terkenal dalam teknik pencatatan dalam observasi psikologi adalah Jerome M. Sattler.

Pendekatan Pencatatan Sattler

Sattler mengembangkan pendekatan pencatatan observasi yang sangat terstruktur dan sistematis. Menurutnya, pencatatan dalam observasi harus dilakukan secara objektif dan terstruktur agar hasilnya dapat diandalkan dan obyektif. Pendekatan Sattler terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, pengamatan, catatan, dan analisis.

Perencanaan Observasi

Sattler menekankan pentingnya perencanaan observasi sebelum dilakukan. Hal ini meliputi pemilihan jenis observasi yang akan digunakan, area atau lingkup observasi, subyek pengamatan, durasi dan frekuensi observasi, serta alat dan teknik pengamatan yang akan digunakan.

Pengamatan

Setelah perencanaan, tahap selanjutnya adalah pengamatan. Sattler menekankan pentingnya pengamatan yang sistematis dan terstruktur. Pada tahap ini, peneliti harus memperhatikan perilaku subyek secara seksama, mencatat segala bentuk perilaku yang muncul, dan berusaha mengurangi bias dalam pengamatan.

Catatan

Setelah melakukan pengamatan, peneliti harus mencatat segala hal yang diamati. Sattler menekankan pentingnya pencatatan secara sistematis dan terstruktur, sehingga catatan yang dihasilkan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Catatan harus mencakup semua informasi yang relevan dengan tujuan observasi, seperti perilaku, reaksi, dan interaksi yang diamati.

Analisis

Setelah mencatat semua informasi yang diperlukan, tahap terakhir adalah analisis. Pada tahap ini, peneliti harus menganalisis semua data yang telah dikumpulkan, mencari pola dan hubungan antara perilaku subyek dengan lingkungan sekitarnya. Hasil analisis dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman mengenai motif dan alasan di balik perilaku subyek.

FAQ

1. Apa tujuan observasi dalam psikologi?

Tujuan observasi dalam psikologi adalah untuk memahami perilaku individu atau kelompok dan mencari hubungan antara perilaku tersebut dengan lingkungan sekitarnya.

2. Mengapa teknik pencatatan dalam observasi penting?

Teknik pencatatan dalam observasi penting karena dapat membantu peneliti mengumpulkan data secara sistematis dan terstruktur, sehingga hasil observasi dapat diandalkan dan obyektif.

3. Apa yang harus diperhatikan dalam perencanaan observasi?

Dalam perencanaan observasi, hal-hal yang harus diperhatikan meliputi pemilihan jenis observasi yang akan digunakan, area atau lingkup observasi, subyek pengamatan, durasi dan frekuensi observasi, serta alat dan teknik pengamatan yang akan digunakan.

4. Bagaimana cara menekan bias dalam pengamatan?

Untuk menekan bias dalam pengamatan, peneliti harus melakukan pengamatan yang sistematis dan terstruktur, dan mencatat segala bentuk perilaku yang muncul secara objektif dan tanpa prasangka.

Kesimpulan

Teknik pencatatan dalam observasi psikologi menurut Sattler sangat penting dalam memperoleh data yang valid dan obyektif. Pendekatan Sattler terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, pengamatan, catatan, dan analisis. Dalam perencanaan, peneliti harus memperhatikan hal-hal seperti jenis observasi yang akan digunakan, area atau lingkup observasi, subyek pengamatan, durasi dan frekuensi observasi, serta alat dan teknik pengamatan yang akan digunakan. Setelah melakukan pengamatan, peneliti harus mencatat segala hal yang diamati secara sistematis dan terstruktur, sehingga hasil catatan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Hasil analisis dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman mengenai motif dan alasan di balik perilaku subyek. Terima kasih telah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat untuk kamu. Silahkan baca artikel lainnya di website kami.