Standardisasi Tes Kraeplin Menurut Kelompok Umur Jurnal Psikologi Sukarti 1975

Pendahuluan

Tes Kraeplin merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang. Tes ini ditemukan oleh seorang dokter bernama Emil Kraeplin pada tahun 1895. Tes Kraeplin terdiri dari serangkaian soal yang harus dijawab dalam waktu tertentu. Namun, tes Kraeplin ini hanya dapat memberikan hasil yang akurat jika sesuai dengan kelompok umur yang diuji. Oleh sebab itu, pada tahun 1975, telah dilakukan standardisasi tes Kraeplin menurut kelompok umur oleh Jurnal Psikologi Sukarti.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari 500 orang yang terdiri dari berbagai kelompok umur, yakni anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa, dan lansia. Setiap kelompok umur diberikan tes Kraeplin yang sama dan dihitung nilai rata-rata serta standar deviasi dari setiap kelompok umur. Kemudian, data tersebut dianalisis menggunakan statistik inferensial.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai rata-rata tes Kraeplin pada setiap kelompok umur. Anak-anak memiliki nilai rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok umur yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena anak-anak belum memiliki kemampuan kognitif yang matang. Sedangkan, kelompok umur yang lebih tinggi memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi karena telah memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

Implikasi Penelitian

Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang penting bagi penggunaan tes Kraeplin, yakni tes ini harus disesuaikan dengan kelompok umur yang diuji. Jika tidak, maka hasil tes tidak akan memberikan nilai yang akurat dan dapat menimbulkan kesalahan dalam mengukur kemampuan kognitif seseorang.

FAQ

1. Apa itu tes Kraeplin?

Tes Kraeplin merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang. Tes ini ditemukan oleh seorang dokter bernama Emil Kraeplin pada tahun 1895.

2. Mengapa tes Kraeplin harus disesuaikan dengan kelompok umur?

Tes Kraeplin harus disesuaikan dengan kelompok umur karena kemampuan kognitif seseorang akan berbeda-beda pada setiap kelompok umur. Oleh sebab itu, hasil tes tidak akan memberikan nilai yang akurat jika tidak disesuaikan dengan kelompok umur yang diuji.

3. Apa hasil penelitian dari Jurnal Psikologi Sukarti mengenai standardisasi tes Kraeplin menurut kelompok umur?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai rata-rata tes Kraeplin pada setiap kelompok umur. Anak-anak memiliki nilai rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok umur yang lebih tinggi. Sedangkan, kelompok umur yang lebih tinggi memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi karena telah memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

Kesimpulan

Dalam penggunaan tes Kraeplin, perlu disesuaikan dengan kelompok umur yang diuji agar hasil tes dapat memberikan nilai yang akurat dan tidak menimbulkan kesalahan dalam mengukur kemampuan kognitif seseorang. Oleh sebab itu, penelitian mengenai standardisasi tes Kraeplin menurut kelompok umur yang dilakukan oleh Jurnal Psikologi Sukarti pada tahun 1975 memiliki implikasi yang penting bagi penggunaan tes Kraeplin. Terima kasih telah membaca artikel ini dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.