Sejarah Psikologi Menjadi Ilmu Perilaku Menurut J.B Watson

Pengenalan

Psikologi adalah ilmu yang mengkaji tentang perilaku manusia dan proses mental yang terjadi dalam diri manusia. Psikologi masuk kedalam salah satu cabang ilmu yang sangat penting untuk memahami dan mengoptimalkan kehidupan manusia. Sejak awal kemunculannya, psikologi telah mengalami perkembangan dan transformasi yang sangat pesat. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu psikologi adalah John Broadus Watson atau yang lebih dikenal dengan J.B Watson.

Perjalanan Karir J.B Watson

J.B Watson dilahirkan di Greenville, Carolina Selatan, pada 9 Januari 1878. Watson adalah salah satu tokoh psikologi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu psikologi terutama pada abad ke-20. Dia memilih karir sebagai psikolog setelah menyelesaikan studinya di Universitas Chicago dan mengambil gelar doktornya di Universitas Johns Hopkins pada tahun 1903.Karir Watson dalam dunia psikologi dimulai ketika dia bertemu dengan Ivan Pavlov di Rusia pada tahun 1912. Setelah itu, dia kembali ke Amerika Serikat dan menjadi dosen di Johns Hopkins University. Di sana, Watson memperkenalkan konsep behaviorisme, yang kemudian menjadi dasar dari psikologi perilaku.

Behaviorisme

Behaviorisme adalah suatu pandangan atau teori yang mengatakan bahwa perilaku manusia dapat diamati dan diukur secara objektif. Dalam teori ini, proses mental seperti pemikiran, perasaan, dan motivasi diabaikan. Behaviorisme menekankan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman yang dimiliki manusia. Teori ini sangat populer pada masa perkembangan psikologi pada abad ke-20.Watson adalah salah satu pembawa gagasan behaviorisme di Amerika Serikat. Dia menekankan bahwa pengalaman manusia sangat penting dalam membentuk perilaku manusia. Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa psikologi harus berfokus pada perilaku manusia yang dapat diamati dan diukur.

Little Albert

Salah satu eksperimen terkenal yang dilakukan oleh Watson adalah eksperimen Little Albert. Eksperimen ini dilakukan pada tahun 1920 dan bertujuan untuk menunjukkan bahwa perilaku manusia dapat diubah melalui pengalaman.Dalam eksperimen ini, Watson dan rekannya melakukan eksperimen pada seorang anak berusia 11 bulan yang diberi nama “Little Albert”. Albert adalah anak yang gemar bermain dengan hewan peliharaan seperti tikus. Watson dan rekannya kemudian melakukan eksperimen dengan menimbulkan suara keras setiap kali Albert memegang tikus. Hal ini membuat Albert takut dan ketakutan setiap kali melihat tikus.Dalam eksperimen ini, Watson ingin menunjukkan bahwa perilaku manusia dapat diubah melalui pengalaman. Albert belajar untuk takut pada tikus karena pengalaman yang tidak menyenangkan yang dia alami.

Kritik terhadap Behaviorisme

Meskipun behaviorisme menjadi teori yang sangat populer pada abad ke-20, namun teori ini juga mendapatkan kritik dari beberapa tokoh psikologi lainnya. Kritik terhadap behaviorisme adalah bahwa teori ini tidak memperhitungkan proses mental dalam perilaku manusia. Proses mental seperti pemikiran, perasaan, dan motivasi sangat penting dalam membentuk perilaku manusia. Oleh karena itu, teori behaviorisme dianggap terlalu sempit dalam memahami perilaku manusia.

Perkembangan Psikologi Perilaku

Perkembangan psikologi perilaku tidak hanya berhenti pada teori behaviorisme saja. Setelah Watson, muncul tokoh-tokoh psikologi lainnya seperti B.F Skinner, yang mengembangkan konsep operant conditioning. Operant conditioning adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku manusia dapat dimodifikasi melalui penguatan positif dan negatif.Dengan demikian, psikologi perilaku terus berkembang dan mengalami perubahan seiring waktu. Namun, konsep dasar dari psikologi perilaku tetap berfokus pada perilaku manusia yang dapat diamati dan diukur.

Aplikasi Psikologi Perilaku

Psikologi perilaku memiliki aplikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, psikologi perilaku digunakan untuk membantu siswa dalam belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Dalam dunia kerja, psikologi perilaku digunakan untuk membantu manajer dalam memotivasi karyawan dan meningkatkan produktivitas.Selain itu, psikologi perilaku juga diterapkan dalam bidang kesehatan untuk membantu pasien dalam mengatasi masalah kesehatan fisik dan mental. Dalam bidang olahraga, psikologi perilaku digunakan untuk membantu para atlet dalam mengembangkan keterampilan dan meningkatkan performa mereka.

FAQ

1. Apa itu psikologi perilaku?

Psikologi perilaku adalah cabang ilmu psikologi yang memfokuskan pada perilaku manusia yang dapat diamati dan diukur.

2. Siapa J.B Watson?

J.B Watson adalah salah satu tokoh psikologi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu psikologi terutama pada abad ke-20. Dia adalah salah satu tokoh yang memperkenalkan konsep behaviorisme dalam dunia psikologi.

3. Apa itu behaviorisme?

Behaviorisme adalah suatu pandangan atau teori yang mengatakan bahwa perilaku manusia dapat diamati dan diukur secara objektif. Dalam teori ini, proses mental seperti pemikiran, perasaan, dan motivasi diabaikan.

4. Apa itu eksperimen Little Albert?

Eksperimen Little Albert adalah eksperimen yang dilakukan oleh Watson pada tahun 1920. Eksperimen ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa perilaku manusia dapat diubah melalui pengalaman.

Kesimpulan

Dalam sejarah psikologi, J.B Watson adalah salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu psikologi. Dia memperkenalkan konsep behaviorisme dan menunjukkan bahwa perilaku manusia dapat diubah melalui pengalaman. Meskipun teori behaviorisme mendapatkan kritik dari beberapa tokoh psikologi lainnya, namun konsep dasar dari psikologi perilaku tetap menjadi dasar yang penting dalam memahami perilaku manusia. Terima kasih telah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat untuk kamu!