Perubahan Psikologi Masa Nifas Menurut Teori Ramona T Mercer

Perkenalan

Masa nifas atau puerperium adalah periode setelah melahirkan sampai kembali ke keadaan tubuh seperti sebelum hamil. Masa nifas juga menjadi masa di mana ibu baru mengalami perubahan psikologi karena terjadinya perubahan hormon dalam tubuh. Ramona T Mercer adalah seorang tokoh dalam bidang keperawatan yang menciptakan teori Mercer tentang masa nifas.

Teori Mercer

Menurut teori Mercer, masa nifas adalah masa di mana ibu baru mengalami perubahan pada tiga aspek yaitu fisik, psikologi, dan sosial. Perubahan psikologi terjadi karena penyesuaian dengan peran baru sebagai ibu serta perubahan hormon dalam tubuh. Ibu baru akan merasa cemas, takut, dan khawatir jika tidak mendapatkan dukungan dan penjelasan yang memadai dari tenaga medis.

Perubahan Emosi

Perubahan emosi yang terjadi pada masa nifas adalah normal karena adanya perubahan hormon dalam tubuh. Ibu baru bisa merasa sedih, cemas, dan khawatir bahkan tanpa alasan yang jelas. Hal ini dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan dan juga bayi. Satu hal yang penting untuk diingat adalah jika perasaan tersebut berlangsung terlalu lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka ibu baru perlu mencari bantuan medis.

Perubahan Stres

Masa nifas juga bisa sangat menegangkan karena bayi baru membutuhkan perhatian yang besar. Ibu baru harus merawat bayi setiap saat, bahkan pada malam hari. Hal ini bisa menyebabkan stres dan kelelahan fisik serta psikologis. Oleh karena itu, penting bagi ibu baru untuk mencari dukungan yang memadai, seperti membantu merawat bayi oleh keluarga atau teman dekat.

Perubahan Dukungan Sosial

Dukungan sosial pada masa nifas sangat penting untuk membantu ibu baru mengatasi perubahan psikologi yang terjadi. Dukungan sosial bisa berupa dukungan dari keluarga, teman, maupun tenaga medis. Dukungan tersebut bisa membantu ibu baru merasa lebih percaya diri dan meminimalkan perasaan cemas atau takut.

Perubahan Peran

Perubahan peran menjadi ibu baru juga dapat mempengaruhi perubahan psikologi yang terjadi pada masa nifas. Ibu baru harus belajar bagaimana merawat bayi dan mengatasi tantangan yang muncul. Ibu baru juga harus membiasakan diri dengan rutinitas baru, seperti bangun pada malam hari untuk memberi makan bayi. Hal ini bisa membuat ibu baru merasa kebingungan dan tidak percaya diri.

Perubahan Hubungan Sosial

Masa nifas juga bisa mempengaruhi hubungan sosial dengan pasangan ataupun teman-teman. Pasangan harus memahami perubahan yang terjadi pada ibu baru dan memberikan dukungan yang memadai. Ibu baru bisa merasa terisolasi dari lingkungan sosialnya karena harus merawat bayi dan terlalu lelah untuk melakukan aktivitas sosial.

Perubahan Fisik

Perubahan fisik yang terjadi pada masa nifas juga bisa memengaruhi perubahan psikologi. Ibu baru merasakan sakit pada perineum, mungkin pernah menjalani operasi caesar, atau mengalami perubahan pada payudara. Hal ini bisa menyebabkan ibu baru merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri.

Perubahan Hormon

Perubahan hormon juga memengaruhi perubahan psikologi yang terjadi pada masa nifas. Hormon prolaktin yang bertanggung jawab untuk produksi ASI membuat ibu baru merasa lebih sensitif dan lebih mudah menangis. Hormon estrogen dan progesteron juga mengalami perubahan yang bisa memengaruhi keseimbangan emosi.

Perubahan Kehidupan Seksual

Masa nifas juga bisa memengaruhi kehidupan seksual. Ibu baru mungkin merasa tidak nyaman karena perubahan fisik yang terjadi. Pasangan harus memberikan dukungan dan pengertian untuk membantu ibu baru merasa nyaman dan kembali ke kehidupan seksual yang normal.

Perubahan Pola Tidur

Ibu baru juga harus memperhatikan pola tidurnya karena bayi baru membutuhkan perhatian yang besar. Hal ini bisa membuat ibu baru kekurangan waktu tidur dan merasa kelelahan. Oleh karena itu, penting bagi ibu baru untuk mencari dukungan dari keluarga atau teman dekat untuk membantu merawat bayi pada malam hari.

Perubahan Stigma Sosial

Masa nifas juga bisa memengaruhi stigma sosial terhadap ibu baru. Beberapa orang mungkin meremehkan peran ibu baru dan menganggap bahwa merawat bayi adalah pekerjaan mudah. Hal ini bisa membuat ibu baru merasa terisolasi dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, penting bagi pasangan dan keluarga untuk memberikan dukungan dan pengertian kepada ibu baru.

Perubahan Kehidupan Kerja

Ibu baru juga harus memperhatikan perubahan pada kehidupan kerjanya. Ibu baru mungkin harus mengambil cuti untuk merawat bayi atau menyesuaikan jadwal kerjanya. Hal ini bisa mempengaruhi keseimbangan emosi dan membuat ibu baru merasa tertekan.

Perubahan Dalam Merawat Bayi

Ibu baru juga harus memperhatikan perubahan dalam merawat bayi. Ibu baru harus belajar bagaimana merawat bayi dan mengatasi tantangan yang muncul. Ibu baru juga harus membiasakan diri dengan rutinitas baru, seperti bangun pada malam hari untuk memberi makan bayi. Hal ini bisa membuat ibu baru merasa kebingungan dan tidak percaya diri.

Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga sangat penting bagi ibu baru untuk merawat bayi dan mengatasi perubahan psikologi yang terjadi pada masa nifas. Keluarga bisa membantu merawat bayi pada malam hari atau memberikan dukungan emosional bagi ibu baru. Hal ini bisa membantu ibu baru merasa lebih percaya diri dan meminimalkan perasaan cemas atau takut.

Pentingnya Konsultasi Medis

Jika perubahan psikologi pada masa nifas terus berlangsung dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka ibu baru harus mencari bantuan medis. Konsultasi medis bisa membantu ibu baru untuk mengatasi perasaan cemas atau takut yang berlebihan.

FAQ

Apa yang harus dilakukan jika perubahan psikologi pada masa nifas berlangsung terlalu lama?

Jika perubahan psikologi pada masa nifas terus berlangsung dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka ibu baru harus mencari bantuan medis.

Bagaimana cara mengatasi kelelahan pada masa nifas?

Penting bagi ibu baru untuk mencari dukungan dari keluarga atau teman dekat untuk membantu merawat bayi pada malam hari.

Bagaimana cara membantu ibu baru merasa nyaman dalam kehidupan seksual?

Pasangan harus memberikan dukungan dan pengertian untuk membantu ibu baru merasa nyaman dan kembali ke kehidupan seksual yang normal.

Bagaimana cara membantu ibu baru mengatasi stigma sosial?

Pentimg bagi pasangan dan keluarga untuk memberikan dukungan dan pengertian kepada ibu baru.

Bagaimana cara membantu ibu baru merasa lebih percaya diri?

Dukungan keluarga bisa membantu ibu baru merasa lebih percaya diri dan meminimalkan perasaan cemas atau takut.

Apakah perubahan psikologi pada masa nifas normal?

Perubahan psikologi pada masa nifas adalah normal karena adanya perubahan hormon dalam tubuh.

Kesimpulan

Perubahan psikologi pada masa nifas memang terjadi karena adanya perubahan hormon dalam tubuh. Hal ini bisa membuat ibu baru merasa cemas, takut, dan khawatir bahkan tanpa alasan yang jelas. Oleh karena itu, penting bagi ibu baru untuk mencari dukungan yang memadai, seperti membantu merawat bayi oleh keluarga atau teman dekat. Pasangan dan keluarga juga harus memberikan dukungan dan pengertian kepada ibu baru untuk membantu mengatasi perubahan psikologi yang terjadi. Terima kasih telah membaca artikel ini. Silakan baca artikel lainnya di situs kami.