Penyebab Perilaku Kejahatan Menurut Pakar Psikologi

Pengantar

Perilaku kejahatan merupakan suatu tindakan yang merugikan orang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan perilaku kejahatan, salah satunya adalah faktor psikologis. Psikologi kriminologi adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari perilaku kejahatan. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab perilaku kejahatan menurut pakar psikologi.

Faktor Lingkungan

Lingkungan tempat seseorang tinggal dapat mempengaruhi perilaku kejahatan. Lingkungan yang buruk seperti daerah kumuh, lingkungan yang tidak aman, dan lingkungan yang sering terjadi tindakan kejahatan, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan. Selain itu, keluarga juga mempunyai peranan penting dalam membentuk perilaku kejahatan seseorang. Keluarga yang kurang harmonis, sering melakukan kekerasan atau kurang memberikan perhatian, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang.

Faktor Psikologis

Faktor psikologis juga mempengaruhi perilaku kejahatan. Individu yang memiliki masalah psikologis seperti gangguan kepribadian, gangguan kecemasan, dan gangguan perilaku, beresiko lebih tinggi dalam melakukan tindakan kejahatan. Selain itu, seseorang yang memiliki kecerdasan rendah juga beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan.

Faktor Sosial

Faktor sosial juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Seseorang yang memiliki pertemanan dengan orang yang melakukan tindakan kejahatan, beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan. Selain itu, paparan media yang sering menampilkan tindakan kejahatan juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang.

Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi juga mempengaruhi perilaku kejahatan. Individu yang hidup dalam kemiskinan, sering melakukan tindakan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, individu yang merasa tidak adil dalam distribusi kekayaan, juga dapat mempengaruhi perilaku kejahatan.

Faktor Budaya

Setiap negara atau daerah mempunyai budaya yang berbeda-beda. Budaya tersebut juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Misalnya, negara yang memiliki budaya korupsi, cenderung memiliki tingkat kejahatan yang tinggi. Selain itu, faktor agama juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang.

Faktor Genetik

Faktor genetik juga mempengaruhi perilaku kejahatan. Beberapa penelitian menunjukan bahwa seseorang yang memiliki gen yang mempengaruhi impulsivitas, beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan. Namun, faktor genetik ini hanya mempengaruhi sekitar 5-10% dari perilaku kejahatan seseorang.

Faktor Kultural

Faktor kultural juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Beberapa kelompok atau suku tertentu mempunyai tradisi atau norma yang memperbolehkan tindakan kejahatan. Misalnya, suku Dayak di Kalimantan yang melakukan tradisi membunuh orang untuk memperoleh kehormatan.

Faktor Gender

Faktor gender juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Pria cenderung lebih banyak melakukan tindakan kejahatan dibandingkan wanita. Hal ini disebabkan oleh perbedaan hormon yang dimiliki oleh pria dan wanita.

Faktor Usia

Faktor usia juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Remaja cenderung lebih banyak melakukan tindakan kejahatan dibandingkan orang dewasa atau lanjut usia. Hal ini disebabkan oleh perkembangan otak yang belum sempurna pada remaja.

Faktor Emosi

Faktor emosi juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Individu yang memiliki masalah emosi seperti depresi, marah, atau frustasi, beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan. Selain itu, individu yang merasa tidak puas dengan hidupnya juga dapat mempengaruhi perilaku kejahatan.

Faktor Kepribadian

Faktor kepribadian juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Beberapa tipe kepribadian seperti psikopat, sadis, dan narsis, beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan. Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat tindakan kejahatan sebelumnya, juga beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan yang sama.

Faktor Pendidikan

Faktor pendidikan juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Individu yang memiliki pendidikan yang rendah, beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan. Selain itu, individu yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya hukum dan aturan, juga dapat mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang.

Faktor Konflik

Faktor konflik juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Konflik yang terjadi baik dalam keluarga, masyarakat, atau antar negara, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan. Individu yang terlibat dalam konflik, beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan.

Faktor Keterlibatan

Faktor keterlibatan juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Individu yang terlibat dalam kelompok kriminal, atau terlibat dalam perdagangan narkoba, beresiko lebih tinggi melakukan tindakan kejahatan.

Faktor Pengaruh

Faktor pengaruh juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Pengaruh yang terjadi baik dari keluarga, teman, atau lingkungan, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Terutama pengaruh yang bersifat negatif.

Faktor Eksploitasi

Faktor eksploitasi juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Eksploitasi yang terjadi baik dalam bentuk eksploitasi seksual, eksploitasi tenaga kerja, atau eksploitasi dalam bentuk lainnya, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang.

Faktor Global

Faktor global juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Globalisasi yang terjadi saat ini, memungkinkan seseorang melakukan tindakan kejahatan secara internasional. Misalnya, perdagangan manusia atau perdagangan narkoba.

Faktor Teknologi

Faktor teknologi juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Teknologi yang semakin canggih, memungkinkan seseorang melakukan tindakan kejahatan secara online. Misalnya, melakukan penipuan atau pencurian data secara online.

Faktor Politik

Faktor politik juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Politik yang tidak stabil atau adanya konflik politik, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Misalnya, melakukan tindakan kejahatan dalam bentuk terorisme.

Faktor Hukum

Faktor hukum juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Ketidaktahuan atau ketidakadilan dalam hukum, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Selain itu, hukuman yang terlalu ringan juga dapat mempengaruhi perilaku kejahatan.

Faktor Ketidakadilan

Faktor ketidakadilan juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Ketidakadilan dalam distribusi kekayaan atau ketidakadilan dalam sistem pemerintahan, dapat mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang.

Faktor Digital

Faktor digital juga mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Digitalisasi yang semakin canggih, memungkinkan seseorang melakukan tindakan kejahatan dengan mudah. Misalnya, melakukan pencurian data atau melakukan penipuan dalam bentuk online.

Kesimpulan

Perilaku kejahatan merupakan suatu tindakan yang merugikan orang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan perilaku kejahatan, salah satunya adalah faktor psikologis. Faktor lingkungan, faktor psikologis, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor budaya, faktor genetik, faktor kultural, faktor gender, faktor usia, faktor emosi, faktor kepribadian, faktor pendidikan, faktor konflik, faktor keterlibatan, faktor pengaruh, faktor eksploitasi, faktor global, faktor teknologi, faktor politik, faktor hukum, dan faktor ketidakadilan, semuanya mempengaruhi perilaku kejahatan seseorang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan perbaikan faktor-faktor tersebut untuk menekan angka perilaku kejahatan di masyarakat.

FAQ

1. Apa itu perilaku kejahatan?Perilaku kejahatan merupakan suatu tindakan yang merugikan orang lain.2. Apa saja faktor yang mempengaruhi perilaku kejahatan?Faktor lingkungan, faktor psikologis, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor budaya, faktor genetik, faktor kultural, faktor gender, faktor usia, faktor emosi, faktor kepribadian, faktor pendidikan, faktor konflik, faktor keterlibatan, faktor pengaruh, faktor eksploitasi, faktor global, faktor teknologi, faktor politik, faktor hukum, dan faktor ketidakadilan.3. Apa yang dapat dilakukan untuk menekan angka perilaku kejahatan di masyarakat?Diperlukan upaya pencegahan dan perbaikan faktor-faktor penyebab perilaku kejahatan, seperti memberikan pendidikan yang baik, menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, dan memperbaiki sistem hukum yang adil dan efektif.Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan baca artikel lainnya.