Penjelasan Teor Aggregat Psikologi Menurut Oberschall

Pengenalan

Teori Aggregat Psikologi adalah teori yang mengatakan bahwa perilaku individu tidak dapat dimengerti secara menyeluruh tanpa mempertimbangkan konteks sosial mereka. Dalam teori ini, penilaian individu dan tindakan mereka tidak dipandang sebagai produk dari sifat bawaan mereka, tetapi sebagai hasil dari situasi sosial yang melibatkan orang tersebut. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Earl Oberschall, seorang sosiolog dari University of North Carolina.

Dasar-dasar Teori Aggregat Psikologi

Menurut Oberschall, perilaku manusia dapat dibagi menjadi dua jenis: perilaku sosial dan perilaku individual. Perilaku sosial merujuk pada perilaku yang dipengaruhi oleh orang lain, sementara perilaku individual adalah perilaku yang muncul dari karakteristik individu sebagai individu. Dalam teori Aggregat Psikologi, Oberschall menekankan bahwa perilaku sosial lebih menentukan daripada perilaku individual.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Sosial

Menurut Oberschall, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku sosial individu, termasuk norma sosial, nilai budaya, dan struktur sosial. Norma sosial adalah pandangan kolektif tentang perilaku yang diharapkan dari anggota suatu kelompok. Nilai budaya mencerminkan keyakinan dan prinsip yang dianggap penting dalam suatu masyarakat. Struktur sosial merujuk pada organisasi sosial yang mempengaruhi perilaku individu.

Pengaruh Situasi Terhadap Perilaku Individu

Oberschall juga mengakui bahwa situasi individu dapat mempengaruhi perilakunya. Namun, menurut teori Aggregat Psikologi, situasi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor sosial. Situasi individu dapat berupa situasi yang dihadapi secara langsung oleh individu, seperti situasi emosional atau situasi keuangan. Namun, situasi sosial, seperti norma sosial atau hubungan sosial, juga dapat mempengaruhi perilaku individu.

Konsep Aggregat

Konsep Aggregat adalah konsep kunci dalam teori Aggregat Psikologi. Aggregat merujuk pada kelompok manusia yang memiliki karakteristik sosial yang sama. Kelompok-kelompok seperti ini menciptakan pola dan tren tertentu dalam perilaku yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku individu. Konsep Aggregat juga dapat diterapkan pada tingkat nasional atau global, di mana pola perilaku dapat digunakan untuk memprediksi perubahan sosial dan politik.

Kritik terhadap Teori Aggregat Psikologi

Meskipun teori Aggregat Psikologi telah diterima dengan baik oleh sebagian besar ilmuwan sosial, masih ada beberapa kritik terhadap teori ini. Beberapa kritikus berpendapat bahwa teori ini terlalu mengabaikan peran individu dalam menentukan perilaku mereka sendiri. Mereka juga berpendapat bahwa teori ini tidak dapat menjelaskan bagaimana perilaku individual dapat mempengaruhi kelompok sosial.

FAQ

1. Bagaimana Teori Aggregat Psikologi dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari?

Teori Aggregat Psikologi dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dengan membantu kita memahami bahwa perilaku individu tergantung pada konteks sosial mereka. Dengan mempertimbangkan situasi sosial seseorang, kita dapat lebih memahami tindakan mereka dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

2. Apa perbedaan antara perilaku sosial dan perilaku individu?

Perilaku sosial merujuk pada perilaku yang dipengaruhi oleh orang lain, sementara perilaku individual adalah perilaku yang muncul dari karakteristik individu sebagai individu.

3. Apa yang dimaksud dengan Konsep Aggregat dalam teori Aggregat Psikologi?

Konsep Aggregat dalam teori Aggregat Psikologi merujuk pada kelompok manusia yang memiliki karakteristik sosial yang sama. Kelompok-kelompok seperti ini menciptakan pola dan tren tertentu dalam perilaku yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku individu.

Kesimpulan

Teori Aggregat Psikologi Oberschall memberikan pemahaman yang baik tentang bagaimana konteks sosial mempengaruhi perilaku individu. Dalam teori ini, perilaku sosial dianggap lebih menentukan daripada perilaku individual. Namun, ada kritik terhadap teori ini yang menganggap bahwa teori ini terlalu mengabaikan peran individu dalam menentukan perilaku mereka sendiri. Meskipun begitu, Teori Aggregat Psikologi masih memiliki nilai penting dalam memahami perilaku manusia dalam konteks sosial.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Silakan baca artikel kami lainnya.