Pengertian Wawancara Dan Observasi Menurut Psikologi

Pengertian Wawancara

Wawancara adalah proses interaksi antara dua atau lebih orang yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari satu pihak ke pihak lain. Dalam psikologi, wawancara sering digunakan sebagai metode untuk mengumpulkan informasi tentang pengalaman, sudut pandang, dan perasaan seseorang terhadap suatu hal atau kejadian. Wawancara juga dapat digunakan untuk mengamati perilaku dan pola pikir seseorang.

Pengertian Observasi

Observasi adalah proses pengamatan dan pencatatan perilaku atau keadaan yang terjadi pada subjek tertentu. Observasi sering digunakan dalam penelitian psikologi untuk mempelajari berbagai aspek perilaku manusia. Observasi dapat dilakukan dengan cara langsung, yaitu peneliti mengamati perilaku secara langsung, atau tidak langsung, yaitu peneliti mengamati hasil dari interaksi antara subjek dan lingkungannya.

Perbedaan Wawancara dan Observasi

Meskipun wawancara dan observasi memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengumpulkan informasi, namun keduanya memiliki perbedaan dalam cara pengumpulan informasinya. Wawancara menggunakan interaksi antara peneliti dan subjek sebagai metode pengumpulan informasi, sedangkan observasi menggunakan pengamatan perilaku subjek sebagai metode pengumpulan informasi.

Kelebihan Wawancara

Wawancara memiliki kelebihan dalam pengumpulan informasi yang lebih rinci dan mendalam, karena interaksi antara peneliti dan subjek memungkinkan adanya penjelasan dan klarifikasi dari subjek. Wawancara juga dapat memperoleh informasi tentang perasaan dan sudut pandang subjek.

Kekurangan Wawancara

Wawancara memiliki kekurangan dalam pengumpulan informasi yang tidak objektif, karena informasi yang diperoleh tergantung pada sudut pandang dan pengalaman subjek. Wawancara juga memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode pengumpulan informasi lainnya.

Kelebihan Observasi

Observasi memiliki kelebihan dalam pengumpulan informasi yang lebih obyektif, karena tidak tergantung pada sudut pandang subjek. Observasi juga dapat mengamati perilaku yang tidak dapat diungkapkan oleh subjek.

Kekurangan Observasi

Observasi memiliki kekurangan dalam pengumpulan informasi yang tidak rinci dan mendalam, karena tidak ada interaksi antara peneliti dan subjek yang memungkinkan adanya penjelasan dan klarifikasi. Observasi juga dapat terganggu oleh kehadiran peneliti yang dapat mempengaruhi perilaku subjek.

Kapan Menggunakan Wawancara

Wawancara cocok digunakan dalam penelitian yang membutuhkan informasi yang lebih rinci dan mendalam tentang pengalaman, sudut pandang, dan perasaan subjek terhadap suatu hal atau kejadian. Wawancara juga cocok digunakan dalam penelitian yang mengamati aspek psikologis dari suatu situasi.

Kapan Menggunakan Observasi

Observasi cocok digunakan dalam penelitian yang membutuhkan informasi tentang perilaku dan pola pikir subjek. Observasi juga cocok digunakan dalam penelitian yang mengamati aspek psikologis dari suatu situasi yang tidak dapat dijelaskan oleh subjek.

FAQ

1. Apa perbedaan antara wawancara dan observasi?

Wawancara menggunakan interaksi antara peneliti dan subjek sebagai metode pengumpulan informasi, sedangkan observasi menggunakan pengamatan perilaku subjek sebagai metode pengumpulan informasi.

2. Apa kelebihan dan kekurangan dari wawancara?

Kelebihan dari wawancara adalah pengumpulan informasi yang lebih rinci dan mendalam, sedangkan kekurangannya adalah pengumpulan informasi yang tidak objektif dan memakan waktu.

3. Apa kelebihan dan kekurangan dari observasi?

Kelebihan dari observasi adalah pengumpulan informasi yang lebih obyektif, sedangkan kekurangannya adalah pengumpulan informasi yang tidak rinci dan mendalam dan dapat terganggu oleh kehadiran peneliti.

4. Kapan sebaiknya menggunakan wawancara dan observasi dalam penelitian psikologi?

Wawancara sebaiknya digunakan dalam penelitian yang membutuhkan informasi yang lebih rinci dan mendalam tentang pengalaman, sudut pandang, dan perasaan subjek terhadap suatu hal atau kejadian. Observasi sebaiknya digunakan dalam penelitian yang membutuhkan informasi tentang perilaku dan pola pikir subjek.