Pengertian Psikologi Sastra Menurut Sigmund Freud

Pengenalan

Sigmund Freud adalah seorang psikolog dan psikiater asal Austria yang dikenal sebagai bapak psikoanalisis. Teori-teori Freud tentang psikologi telah mempengaruhi banyak disiplin ilmu, termasuk sastra. Dalam bidang sastra, Freud menyumbangkan teori psikologi sastra yang menginterpretasi karya sastra melalui sudut pandang psikologi.

Psikologi Sastra

Psikologi sastra merupakan bidang studi yang menghubungkan antara psikologi dan sastra. Psikologi sastra membahas tentang hubungan antara karya sastra dengan psikologi manusia dan menganalisis karya sastra melalui sudut pandang psikologis.

Teori Psikologi Sastra Menurut Sigmund Freud

Menurut Freud, karya sastra merupakan hasil proyeksi keinginan dan konflik bawah sadar penulis. Freud memandang bahwa karya sastra adalah ekspresi dari kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan yang terpendam dalam bawah sadar.

Id, Ego, dan Superego

Freud mengemukakan bahwa psikis manusia terdiri dari tiga sistem, yaitu id, ego, dan superego. Id merupakan sistem bawah sadar yang berisi keinginan-keinginan primitif, ego merupakan sistem sadar yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan id secara realistis, sedangkan superego merupakan sistem yang berisi nilai-nilai moral dan etika.

Proyeksi dan Identifikasi

Freud juga menyebutkan tentang konsep proyeksi dan identifikasi, di mana penulis mengproyeksikan keinginannya ke dalam karakter dalam karya sastra, sementara pembaca mengidentifikasi dirinya dengan karakter tersebut.

Analisis Psikologi Sastra pada Karya Fiksi

Dalam menganalisis karya fiksi, Freud menekankan untuk memperhatikan karakter dan tindakan yang terjadi dalam karya tersebut. Freud juga menganalisis konflik dan motif yang terkandung dalam karya.

Analisis Psikologi Sastra pada Karya Puisi

Dalam menganalisis karya puisi, Freud mengemukakan bahwa puisi merupakan hasil dari pengalaman pribadi penulis. Freud juga menekankan pentingnya memahami bahasa simbolik yang terdapat dalam puisi untuk memahami keinginan bawah sadar penulis.

Contoh Analisis Psikologi Sastra pada Karya Fiksi

Sebagai contoh, karya novel “The Catcher in the Rye” karya J.D. Salinger banyak dianalisis dari sudut pandang psikologi sastra. Novel tersebut memperlihatkan konflik internal tokoh utama, Holden Caulfield, yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan dunia dewasa.

Contoh Analisis Psikologi Sastra pada Karya Puisi

Sebagai contoh, puisi “Do Not Go Gentle into That Good Night” karya Dylan Thomas banyak dianalisis dari sudut pandang psikologi sastra. Puisi tersebut memperlihatkan keinginan bawah sadar penulis untuk tidak menyerah pada kematian.

Kelebihan Teori Psikologi Sastra Menurut Sigmund Freud

Kelebihan teori psikologi sastra menurut Freud adalah mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karya sastra. Teori ini juga dapat membantu dalam menganalisis karakter dan konflik dalam karya sastra.

Kekurangan Teori Psikologi Sastra Menurut Sigmund Freud

Kekurangan teori psikologi sastra menurut Freud adalah bersifat subjektif dan tidak dapat diuji secara empiris. Teori ini juga cenderung mengabaikan aspek-aspek lain yang terkandung dalam karya sastra, seperti nilai estetika dan sosial.

FAQ

1. Apa itu psikologi sastra?

Psikologi sastra merupakan bidang studi yang menghubungkan antara psikologi dan sastra. Psikologi sastra membahas tentang hubungan antara karya sastra dengan psikologi manusia dan menganalisis karya sastra melalui sudut pandang psikologis.

2. Apa yang dikemukakan Sigmund Freud tentang psikologi sastra?

Menurut Freud, karya sastra merupakan hasil proyeksi keinginan dan konflik bawah sadar penulis. Freud memandang bahwa karya sastra adalah ekspresi dari kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan yang terpendam dalam bawah sadar.

3. Apa kelebihan teori psikologi sastra menurut Sigmund Freud?

Kelebihan teori psikologi sastra menurut Freud adalah mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karya sastra. Teori ini juga dapat membantu dalam menganalisis karakter dan konflik dalam karya sastra.

4. Apa kekurangan teori psikologi sastra menurut Sigmund Freud?

Kekurangan teori psikologi sastra menurut Freud adalah bersifat subjektif dan tidak dapat diuji secara empiris. Teori ini juga cenderung mengabaikan aspek-aspek lain yang terkandung dalam karya sastra, seperti nilai estetika dan sosial.

5. Apa contoh karya sastra yang banyak dianalisis dari sudut pandang psikologi sastra?

Contoh karya sastra yang banyak dianalisis dari sudut pandang psikologi sastra antara lain novel “The Catcher in the Rye” karya J.D. Salinger dan puisi “Do Not Go Gentle into That Good Night” karya Dylan Thomas.

Kesimpulan

Teori psikologi sastra menurut Sigmund Freud memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karya sastra. Namun, teori ini juga memiliki kekurangan, seperti bersifat subjektif dan cenderung mengabaikan aspek lain dalam karya sastra. Oleh karena itu, analisis psikologi sastra sebaiknya digunakan sebagai salah satu metode analisis yang bersifat tambahan, bukan satu-satunya metode. Terima kasih telah membaca artikel ini.